PEMBINAAN
KEPRIBADIAN GURU
Yusep
Muhamad Rafly, Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam, UIN SGD Bandung
Pendidikan merupakan proses
memanusiakan manusia, dimana peserta didik dididik dan dibina agar
berkepribadian baik dan berakhlak mulia. Disamping itu dengan pendidikan,
peserta didik dapat menyempurnakan perkembangan individu dalam menguasai
pengetahuan, kebiasaan, sikap dan sebagainya secara formal maupun nonformal.
Akan tetapi, tak jarang dijumpai
kasus-kasus atau polemik tentang kekerasan di dunia pendidikan. Sepertihalnya,
yang terjadi di SDN 004 Gunung Kijang, Kep. Riau. Seorang murid dipukul oleh
gurunya hingga meninggalkan bekas lebam biru di bagian pahanya, hanya karna
murid tersebut tidak mengerjakan PR. Hal ini sangat disayangkan tentunya, karna
sebagaimana kita ketahui bahwa guru merupakan sosok atau figur yang harus
digugu dan ditiru. Sedangkan pada kasus ini, guru tersebut tak dapat memberikan
contoh yang baik bagi muridnya untuk ditiru.
Hal ini terjadi dikarnakan guru
tersebut tidak memiliki pengendalian emosi yang baik, padahal untuk menjadi
seorang guru, seseorang harus mengenyam bangku pendidikan dan mempelajari
hal-hal tentang keguruan dan salah satunya yaitu tentang pengembangan
kepribadian guru. Maka dari itu, pihak sekolah seharusnya mengadakan supervisi
pendidikan yang didalamnya terdapat pembinaan dan bimbingan untuk meningkatkan
mutu, kemampuan serta profesionalisme kerja guru dalam upaya mewujudkan proses
pembelajaran yang lebih baik guna mencerdaskan kehidupan bangsa karna sejatinya
guru merupakan pelopor utama dalam menentukan masa depan bangsa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar